Minggu, 28 Agustus 2011

Met Lebaran.....

Keloearga Besar POKSI ( PAGOEJOEBAN ONTHEL KOENO SIMO) SURABAYA Mengoetjapkan Se...lamat Hari Raia Iedoel Fitri 1432 Hidjriah 'Mohon Maaf Lahir dan Batin'

Kamis, 25 Agustus 2011

Malam Peringatan Kemerdekaan

Surabaya, 17 Agustus 2011, pukul 21.00.
Onthelis Se-surabaya dan Sidoarjo memeriahkan malam kemerdekaan dengan mengadakan kirab / konvoi kemerdekaan keliling kota Pahlawan. Layaknya tema yang diusung, seluruh onthelis memakai atribut pejuang dan budaya asli Indonesia. Mungkin inilah salah satu kelebihan dari onthelis sepeda kuno yaitu tetap melestarikan sejarah dan budaya bangsanya.
"Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya?"

Jumat, 08 Juli 2011

Ayo dukung disediakannya BIKEWAY

Belajar busway ke Bogota tapi tidak belajar bikeway.
Absurd sebetulnya, tapi di seputar kita memang banyak hal yang absurd.
Kami sering merefer ke Bogota karena mendambakan pada pengelola kota seperti mereka —yang manusiawi dan banyak memberi pada warganya, terutama yang kurang mampu.
Di setiap komunitas kecil dibangun perpustakaan, bahkan ada tiga perpustakaan mewah multi-lantai dilengkapi komputer dan internet, di tengah pemukiman-pemukiman kaum tidak mampu. Tidak mampu beli buku tapi diupayakan bisa baca.
Seratus persen rumah penduduk sudah dialiri air bersih hampir 1 dasawarsa lalu. Padahal jabatan pemimpin hanya tiga tahun dan tidak boleh dua kali berturut-turut padahal jumlah populasiya tidak jauh beda dengan Jakarta.


Jalur sepeda merupakan elemen penting yang diabaikan dalam konsep TransJakarta. Di Bogota jalur sepeda terintegrasi dalam sistem TransMilenio. Total panjang jaringannya sekitar 240 km, menghubungkan area pemukiman dengan halte-halte dan pusat-pusat kegiatan.
Berbagai kampanye dan dorongan untuk bersepeda dilakukan dengan gencar dan terarah. Setiap hari Minggu dan hari libur adalah hari bersepeda — mereka sebut ciclovia— setahun sekali seluruh jalan tertutup bagi kendaraan bermotor. Walikota dan para pejabat pada hari-hari tertentu bersepeda ke kantor. Peraturan dan hukumnya juga disosialisasikan.
Interkoneksi antar busway dan bikeway memperlihatkan bahwa mobilitas kalangan kurang mampu yang menjadi prioritas, dirancang agar siapa pun bisa kemana saja dengan mudah dan murah. Dari rumah bersepeda, titipkan di terminal atau taruh di hidung bus, lanjutkan perjalanan dengan busway. Jika mampu, beli saja sepeda kedua, simpan di sekitar kantor 
untuk memudahkan akses dari kantor ke terminal.

Mobilitas menggunakan kombinasi bus dan sepeda semakin banyak diterapkan di berbagai kota. Di Amerika dan Italia programnya disebut Bike ‘N Ride; di Austalia ada BikeBus, Jerman menyebutnya Bus & Bike. Umumnya baru beberapa bus saja dari tiap armada yang dilengkapi rak sepeda, dioperasikan pada jam-jam tertentu saja.

Di luar sana orang sedang berupaya keras agar anak cucu tida diwarisi kerusakan alam, bahkan ada jalan-jalan tol dihancurkan, diganti dengan taman (Big Dig - Boston, USA). Sementara di sini malah akan dibangun jalan tol-dalam-kota. Enam ruas, lagi.
Di era keterbukaan informasi ini ternyata kita masih berada di dalam tempurung.
Kapan hal ini bs direalisasikan di Indonesia?

Senin, 27 Juni 2011

Ngonthel Malam Hari

Onthelis Poksi tetap menunjukkan eksistensinya, dengan schedulle ngonthel bareng sebanyak 2 kali dalam seminggu yakni hari minggu pagi di Taman Bungkul dan Selasa malam didepan Istana Negara Grahadi. Rata-rata 20 onthelis turut gowes malam hari sambil membahas banyak hal seputar internal, event-event luar kota maupun memecahkan masalah-masalah anggota. Hal ini terus dilakukan untuk tetap menjaga soliditas maupun pembenahan-pembenahan kedalam maupun keluar.

Sesepuh POKSI-pun tak canggung bergabung dan lesehan bersama sesama onthelis.

Jumat, 10 Juni 2011

Malam Renungan Hari Lahir Pancasila

01 Juni Hari Lahir Pancasila
Pada tanggal 31 Mei tepatnya malam 01 Juni 2011, onthelis POKSI mengadakan renungan hari lahir Pancasila. Hadir sebanyak 30 onthelis anggota POKSI pada acara ini, narasumber yang hadir adalah Bapak Damun dan Bapak Asmuni ex- anggota KKO (kors kebanggaan Bung Karno yang saat ini menjadi Marinir), beliau saat ini dipercaya sebagai penjaga panji pemberi Bung Karno. Pada acara yang diselenggarakan secara sederhana tersebut berlangsung dengan hikmad dengan suguhan "polo pendem". Pada kesempatan tersebut beliau berdua membahas bagaimana Bung Karno menggali Pancasila dari tinggalan leluhur dan dirangkum menjadi Pancasila sebagai pondasi Ideologi berbangsa dan bernegara. Beliau merasa prihatin dengan pergeseran nilai-nilai moralitas yang saat ini terkikis dan banyaknya ancaman yang merongrong kewibaan Pancasila.
Pancasila dikaji secara kulkural dan filofis dengan gaya bahasa yang sangat bisa dimengerti onthelis yang mayoritas pemuda dan pelajar itu semakin menarik, pada kesempatan itu pula Rudy Gaol aktivis '96 menyatakan bahwa Pemoeda harus memiliki bekal ideologi Pancasila agar supaya tidak terjeb ak pada perangkap kelompok-kelompok yang ingin memporakporandakan keutuhan NKRI, misalnya NII KW9 dan "kelompok islam sontoloyo" yang selalu mencari kesempatan untuk mengubah Pancasila dan mengganti NKRI dengan bentuk negara agama.
Jika bangsa ini mau melaksanakan Pancasila dengan konsisten niscaya bangsa ini akan menjadi mercuar diantara bangsa-bangsa lain didunia, potensi ini sangat dimungkin dengan melihat faktor sejarah bangsa ini pernah mengalami masa kejayaannya dimasa kerajaan Sriwijaya, Majapahit maupun dimasa kepemimpinan DR.Ir.Soekarno kita menjadi bangsa yang disegani, saat itu Bung Karno mampu menyatukan kekuatan "dunia ketiga" menjadi kekuatan baru dalam perkancahan politik Internasional.
besar harapan para pendahulu kita pada para pemoeda penerus cita-cita Revolusi Indonesia agar mampu menghantarkan bangsa ini "menyeberangi jembatan emas" kemerdekaan. Dan kitalah Pemoeda harapan itu.....


Kamis, 09 Juni 2011

Ngonthel Bareng di Tlatah Mojopahit

Dalam rangka HUT Korem Mojokerto, Korem Mojokerto bersama Kosti Mojokerto akan mengadakan Ngonthel Bareng di Tlatah Mojopahit yang akan diselenggarakan pada 16-17 Juli 2011.
adapun agenda acara akan meliputi:

  1. Silahturahmi onthelis se-nusantara
  2. Pameran sepeda kuno
  3. bedah sepeda dengan narasumber dari Dewan Pakar Kosti Pusat
  4. pasar Klithikan
  5. Ngonthel bareng yang akan dibuka oleh Danrem Mojokerto dengan melewati situs-situs peninggalan Mojopahit antara lain: Candi Bajang Ratu, Candi Tikus dan Candi Wringin lanang

adapun biaya registrasi event ini adalah Rp. 150.000,- untuk peserta beregu (10 orang) dan untuk peserta perorangan dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000,-. Peserta akan memperoleh PIN, Piagam dan kupon konsumsi. Panitia juga menyediakan banyak hadiah menarik.
Ayo kita sukseskan acara tersebut
Salam Onthelis